Ming. Jan 17th, 2021
Sejarah Istana Merdeka Indonesia

Indonesia menganut sistem pemerintahan Presidensil, dimana adanya pemisahan kekuasaan yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif yang berdasarkan prinsip “checks and balances”. Presiden Indonesia memiliki kantor & kediaman untuk ditinggali yang telah ditetapkan oleh negara yaitu di Istana Merdeka.

Istana Merdeka dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda masa pemerintahan Gubernur Jenderal Louden pada 1873. Selesai pada 1879 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Willem van Landsbarge. Ini dibangun untuk meningkatkan kegiatan pemerintah Hindia Belanda. Awalnya bangunan tersebut bernama Istana Gambir.

Sejarah Istana Merdeka Indonesia

Sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno Istana Merdeka sudah resmi menjadi tempat kediaman para presiden di Indonesia. Usia dari Istana Merdeka sudah ratusan tahun, dibangun pertama kali pada tahun 1873 saat masih era Hindia Belanda. Istana Merdeka letaknya menghadap ke Taman Monumen Nasional (Monas) Jalan Merdeka Utara, Jakarta.

Belajar Sejarah Istana Merdeka Indonesia

Istana Negara / Istana Merdeka pertama kali di bangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Louden 1873. Sebelumnya masyarat pribumi mengenal bangunan tersebut dengan istilah Istana Gambir, tempat ini sekaligus menjadi wadah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949.

Sejarah Istana Merdeka Indonesia

Setelah terjadi penandatanganan kedaulatan kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno & keluarga resmi menempati Istana Merdeka perta kali (28 Desember 1949). Sisi barat depan Istana Merdeka dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih resmi. Di antara serambi depan dan ruang kerja Presiden semula merupakan teras terbuka dengan perabotan dari rotan. Saat itu meja kerja Soekarno pertama kali terbuat dari kayu masif, kursi tamu dari kulit, namun semua interior masih berdesain ala Jepara.

Luas Istana sekitar 2.400 m² terletak satu lokasi dengan Bina Graha, berdasarkan informasi sejarah yang kami dapatkan baiaya pembangunan istana pertama kali menelan biaya 360.000 Gulden. Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus di Istana Merdeka pertama kali diadakan pada 1950. Selain Presiden Sukarno / Soekarno tercatat sejarawan yang telah menempati Istana ini adalah Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Joko Widodo.

Hingga sekarang Istana Negara masih sering di gunakan sebagai tempat acara melangsungkan detik-detik Proklamasi, upacara penyambutan tamu negara, dan penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat.

By Whow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *