Sejarah Yerusalem Kota Suci 3 Agama

Sejarah Yerusalem Kota Suci 3 Agama

Yerusalem yang juga dikenal sebagai al-Quds yang berada di Palestina adalah wilayah yang diperebutkan sejak ribuan tahun Sebelum Masehi (SM). Perebutan tersebut menandakan Yerusalem adalah tempat penting dan strategis.

Sejarah Yerusalem Kota Suci 3 Agama

Dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim dan dalam bahasa Arab disebut al-Quds, Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di dunia. Di masa lalu, kota ini pernah berulang kali direbut, ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali oleh berbagai pihak, dan seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu.

Kisah Perang Salib Sejarah Perebutan Yerusalem

Kisah Perang Salib

  • Perang Salib Pertama (1095-1101)

Sejarah Perang Salib bermula pada awal abad ke-11 di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Perang besar dan berkepanjangan ini bukan berdasarkan konflik agama, tetapi perebutan kekuasaan antara Byzantium Romawi Timur dan pasukan Muslim.

Kala itu umat Kristen merasa kebebasan dan keamanannya hilang untuk beribadah di Yerusalem. Sebabnya adalah Bani Saljuk menerapkan kebijakan yang membatasi ibadah umat Kristiani di Yerusalem.

Pada tahun 1095, Kaisar Alexius Komnenus meminta Paus Urbanus II untuk mengobarkan semangat perang salib kepada umat Kristen di Eropa. Untuk menyatukan kekuatan, ia menyerukan peperangan dengan tujuan menundukkan gereja-gereja di Timur yang dikuasai oleh umat Islam.

  • Perang Salib Kedua (1145-1150)

Setelah cukup lama hidup berdampingan dengan damai di Yerusalem, tentara Islam pimpinan Imad ad-Din Zengi merebut Aleppo dan Edessa. Hal ini membuat Paus Eugenius III kembali menyerukan crusade pada 1 Maret 1145. Pada tahun 1147, tentara Prancis dan Jerman yang dipimpin Raja Louis VII dan Konrad III menyerbu Yerusalem, tetapi tidak berhasil merebutnya dan pulang dengan tangan kosong pada tahun 1150.

Seringnya terjadi perebutan dan pergantian penguasa menunjukkan Yerusalem adalah wilayah strategis dan penting. Dengan demikian, wilayah itu menjadi rebutan masyarakat internasional.

Menurut History, tidak pernah ada habisnya konflik antara orang Arab dan Israel sejak 1948. Hingga hari ini, kedua belah pihak mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka, begitu banyak negara mempertahankan kedutaan mereka di Tel Aviv sampai resolusi antara kedua kelompok dapat dicapai.